Kamis, 21 Juni 2012

Pencipta Fokker Lahir di Blitar


Anton Herman Gerard Fokker

TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Fokker dirancang oleh Anthony Fokker, seorang warga negara Belanda. Bernama lengkap Anton Herman Gerard Fokker, ia lahir pada 6 April 1890. Tanah kelahirannya adalah Blitar, Jawa Timur. Waktu itu Blitar masih masuk dalam wilayah Karesidenan Kediri. Anthony Fokker adalah anak kedua dari pasangan pemilik kebun kopi, Herman Fokker dan Johanna Hugonia Wouterina Wilhelmina Diemont. Waktu umurnya menginjak 4 tahun, keluarga Fokker pindah ke Belanda dan tinggal di Haarlem.

Fokker mulai tertarik pada pesawat ketika menonton pameran penerbangan Wilbur Wright di Prancis pada1908. Di usia 20 tahun, 1910, Herman Fokker mengirim anaknya ke Jerman untuk mengambil pendidikan mesin mobil di Sekolah Teknik Bingen. Karena Fokker muda lebih tertarik dengan kapal terbang, dia pun pindah sekolah ke Erste deutsche Automobil-Fachschule di Mainz, Jerman. Pada Desember 1910, dia membangun pesawat pertamanya yang bernama de Spin atau the Spider atau si Laba-laba.

Tapi si Laba-laba tak berumur panjang. Di akhir Desember 1910, pesawat itu hancur waktu diterbangkan rekan bisnisnya yang menabrak pohon. Kala membangun pesawat kedua, Fokker mendapat izin pilot. Dengan begitu dia bisa mengendarai pesawatnya sendiri. Tapi Spin II juga hancur karena jatuh pada Mei 1911. Fokker kemudian menjadi terkenal. Di negaranya, Belanda, Anthony Fokker menjadi pesohor setelah terbang mengelilingi menara Sint-Bavokerk di Haarlem, 31 Agustus 1911. Waktu itu dia memiloti Spin versi ketiganya. Bahkan Spin III ini dibeli Jerman pada 1913.

Lelaki ini semakin terkenal kala ia menerbangkan pesawatnya di perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Pada 1912, Fokker pindah ke Johannisthal, dekat Berlin, dan mendirikan perusahaannya sendiri: Fokker Aeroplanbau. Sejak itu dia menciptakan pelbagai jenis pesawat. Sepanjang Perang Dunia I, Pemerintah Jerman mengambil alih pabrik Fokker. Sejak itu, Anthony Fokker mulai merancang kapal perang untuk Angkatan Udara Jerman. Hasilnya ada 700 pesawat yang dibuat khusus untuk Perang Dunia I. Selain membuat pesawat, Fokker juga ahli menerbangkan pesawat. Karena itu dia kerap melakukan demonstrasi terbang.

Usai Perang Dunia I, Anthony Fokker pulang kampung. Di Belanda, dia mulai membangun perusahaan penerbangannya: Dutch Aircraft Factory, pendahulu Fokker Aircraft Company. Saat itu Jerman-Belanda tengah melakukan pelucutan senjata besar-besaran. Tapi Fokker tidak pulang ke rumah dengan tangan kosong. Dia berhasil memboyong suku cadang pesawat militer D.VII dan C.I. Hasilnya dia bisa membangun pesawat baru untuk masyarakat sipil.

Pada 25 Maret 1919, Fokker menikah dengan Sophie Marie Elisabeth von Morgen di Haarlem. Tapi perkawinan itu cuma bertahan empat tahun saja. Di 1922, Fokker memutuskan hijrah ke Amerika Serikat dan mendirikan Fokker Aircraft Corporation. Dia juga mengubah kewarganegaraan menjadi penduduk Amerika dan menikahi Violet Austman pada 1927. Tinggal di Amerika selama sembilan tahun, Fokker meninggal di usia 49 tahun. Dia tewas akibat penyakit pneumococcal meningitis pada 1939.

CORNILA DESYANA | BERBAGAI SUMBER

Sumber:  www.tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar